Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2007

Iiiiiiiiiiihhhh kok air liur sich???

Kemaren sempat terjadi pertengkaran sengit antara saya dan suami tercinta soal “benernya ada gak sich gunanya air liur….”

Waktu kami sedang berjalan-jalan melihat lokasi pembangunan rumah, kaki suami saya terkena paku dan mengeluarkan darah...lalu saya bilang ”diolesin air liur aja..”
Suami malah tertawa…dia bilang “kamu ini aneh-aneh aja…”

Hmmm saya jadi penasaran..benernya ada gak sich manfaat air liur itu ?
Berikut saya kumpulkan dari beberapa sumber :

Suatu penelitian mengungkapkan bahwa di dalam mulut tidak ada bakteri jahat. Hal itu disebabkan oleh kekuatan dari air ludah. ”Suatu kekuatan sebagai daya tangkal. Artinya, sebelum virus atau bakteri masuk ke tubuh manusia, sudah ditangkal. Kalau kita kalah, maka menyebabkan jatuh sakit,” kata Presiden Direktur PT Enzym Bioteknologi.
Daya tangkal pertama adalah air mata. Seandainya virus dan bakteri masuk, lalu hanya dengan berkedip, maka bakteri atau virus akan hilang. Selain itu, cairan di vagina juga berfungsi sebagai daya tangkal.

Tujuannya sama, yakni agar bakteri dan virus tidak bisa masuk ke dalam organ wanita tersebut. Tidak hanya sampai di situ, daya tangkal terbesar justru berasal dari air liur manusia. Mengapa demikian? Karena penyakit manusia 90 persen terjadi melalui mulut. Hanya 1–2 persen masuk melalui bagian tubuh yang lain. Bagaimana bila manusia tidak punya ludah? ”Hanya dalam 2 minggu sampai 1 bulan tanpa adanya air liur, akan membuat manusia meninggal”.

Saat baru dilahirkan, bayi belum mengeluarkan air liur hingga berusia 1 bulan. Selanjutnya setelah satu bulan, bayi akan mengeluarkan air liur. Ada bayi yang dapat mengendalikan air liur, tapi sebagian lain tidak bisa sehingga menjadi seperti ileran. Bayi yang suka ileran umumnya punya daya tahan tubuh lebih kuat. Sebagai contoh, bayi sering kali mengambil benda yang kotor dari tanah lalu dimasukkan ke mulutnya. Herannya bayi tidak sakit. Hal ini dikarenakan dia punya pelindung alamiah dari air liur yang sudah keluar.

Contoh lain yang mungkin sudah menjadi kebiasaan sejak zaman dahulu, yaitu ketika ada bagian jari-jari kita yang terluka potong, maka secara naluriah akan mengisap luka tadi ke mulut, itu bukan monopoli manusia saja. Begitu pula dengan hewan, seperti kucing, monyet, dan anjing juga membasuh luka dengan air liur. Di sinilah air ludah bekerja. Air ludah sebagai pelindung alamiah mempunyai dua fungsi. Pertama, berfungsi melindungi seluruh penyakit gigi dan mulut. Kedua, yang juga merupakan fungsi terbesar adalah melindungi seluruh tubuh manusia dari penyakit. Bayi memperoleh sistem antibakteri secara otomatis ketika berusia 1 bulan dari air liurnya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang pernah dilakukan di Jepang pada 2001, 40 sampai 50 protein telah terdeteksi terdapat pada air ludah. Tiap protein punya fungsi yang berbeda-beda. Satu protein untuk menangkal debu, untuk sinar, dan untuk menangkal bahan kimia. Selanjutnya, dari 50 protein ini di dalamnya ada 3 protein yang khusus untuk mikroorganisme. Pertama bernama laktoperoksidase. Dia mempunyai kemampuan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan bakteri. Kemudian yang kedua adalah lisosin. Berasal dari kata lis yang berarti ‘melumerkan’. Dia selalu menyerang bakteri dinding selnya. Jadi kalau ada bakteri yang ketemu dengan lisosin, maka dinding sel bakteri akan melumer.

Kalau bakteri dan jamu ingin bertumbuh, maka memerlukan besi. Adapun kandungan laktoferin yang berasal dari kata fero yang berarti ‘besi’. Unsur ini dapat mengikat besi tadi dan mencegah bakteri patogen mendapatkan cukup air untuk bertumbuh. ”Itulah kunci daya tangkal manusia. Adanya di air mata, air liur, dan juga cairan di vagina”.

Selain sebagai daya tangkal tahan tubuh...kekurangan air liur bisa menyebabkan bau mulut loh...hati-hati...


Di saat mulut kering dan aktifitas saliva(air liur) di rongga mulut berkurang, maka oksigen di dalam rongga mulut juga akan ikut berkurang. Karena itu bakteri penghasil sulfur ini (seringkali bau mulut ini berasal dari aktifitas bakteri anaerob yang menyebabkan apa yang disebut dengan Volatile Sulfur Compound (VSCs), suatu senyawa yang berasal dari produksi kuman normal di rongga mulut, meningkat. Bakteri anaerob merupakan bakteri yang tidak memerlukan oksigen untuk hidupnya) biasanya akan berkembang menyebabkan gangguan terhadap senyawa tadi.

Hmmm ternyata ada juga yah manfaatnya...gak Cuma sebagai pengganti air klo kita kehausan karna nahan puasa :D

Sumber : Macem-macem dech




Selasa, 10 Juli 2007

Wanita dan masalahnya...

Pernah ngerasa nyeri waktu menstruasi? Hati-hati, bisa jadi itu gejala endometriosis. Tapi bisa jadi gejala kista atau mioma uteri juga. Apa, sih, bedanya?


Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. "Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid" .

Sementara kista indung telur adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar .


Lain lagi dengan mioma uteri. Mioma uteri adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni:
1. mioma intramural (di dalam otot rahim),
2. subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut),
3. submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).

RANGSANGAN ESTROGEN Penyebab ketiga gangguan di atas sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti dan masih terus diteliti. Sekarang, semua penyakit memang diarahkan ke faktor genetik sebagai penyebab. Kanker payudara misalnya, sudah diketahui gen-nya. Kalau si ibu kena kanker payudara, anaknya harus siap-siap. Tapi mioma, kista, dan endometriosis ini belum. Sebagian ahli berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim. Jadi, mioma uteri ini akibat pengaruh estrogen. Makanya, sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak pernah. Anak usia ini, kan, belum ada rangsangan estrogennya. Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena estrogen sudah berkurang.

Penyebab kista dan endometriosis pun belum diketahui persis, Sementara salah satu penyebab endometriosis diduga adalah adanya muntahan sel-sel endometriosis keluar rongga rahim saat haid. Sel-sel edometriosis ini kemudian menempel di luar rongga rahim. Ada juga yang menyebut endometriosis mengikuti aliran darah atau ikut aliran kelenjar limfa, sehingga bisa saja terjadi endometriosis di paru, mata, dan sebagainya. Ada lagi yang mengatakan endometriosis disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan pola hidup tak sehat. Jadi, masih belum pasti sebabnya. Diagnosis pasti endometriosis biasanya diperoleh lewat pemeriksaan laparoskopi. Endometriosis bisa sedang bisa berat, tergantung jumlah, lokasi, dan gejalanya. Kalau berat, bisa muncul nyeri perut, bahkan sampai menyebabkan infertilitas (kemandulan).

Bagaimana cara mengetahuinya :
1. Nyeri haid hebat dan terus menerus.
2. Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum teraba. Tapi, semakin besar, akan makin teraba seperti ada benjolan.
3. Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista/mioma. Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum. Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil.
4. Pada mioma uteri, jika ukurannya besar, bisa menekan organ-organ sekitarnya.
5. Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir.
6. Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal, sehingga haid jadi lebih banyak. Ini karena kontraksi rahim berkurang atau terganggu, sehingga perdarahan saat mens lebih banyak

So...waspada kita sebagai wanita...kala dah ngeasa ada gejala2 gitu..segera periksa.Lebih baik mencegah dari ada mengobati kan?

Sumber : berbagai sumber